Ketua Gugus Pengembangan Konservasi Budaya Pesisiran FBS Dr Triyanto M A dalam mengawali sambutannya pada seminar pengembangan tari kuda lumping menyampaikan “pentingnya melestarikan kesenian tari tradisional sebagai upaya mempertahankan salah satu budaya lokal yang pada era modern sekarang tarian kontemporer lebih dominan di masyarakat”. Lebih lanjut dalam sambutannya ketua gugus konservasi budaya fakultas bahasa & seni  yang sekaligus sebagai penanggungjawab acara seminar menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa jurusan seni tari fbs yang mau meluangkan waktu dalam menyukseskan acara seminar tersebut, juga turut hadir dalam acara seminar tersebut perwakilan dari tiap-tiap jurusan yang tergabung dalam anggota gugus konservasi budaya fbs.

Sebagai perwakilan dari pimpinan fakultas bahasa & seni WD III Drs Syahrul Syah Sinaga M Hum membuka secara resmi acara seminar pengembangan tari kuda lumping yang dimulai pada pukul 10.00 WIB. dalam kesempatan itu pula WD III sangat berharap acara serupa dapat di agendakan dalam kegiatan rutin fakultas sebagai visi fakultas yang berwawasan konservasi budaya.

Mahasiswa jurusan seni tari fbs khususnya semester I, III & V  yang semangat meramaiakan acara seminar tersebut tentunya sekaligus menambah pemahaman bagi mahasiswa tentang kesenian tari kuda lumping, dengan kursi yang di siapkan tidak kurang dari 200 penuh oleh mahasiswa dan beberapa perwakilan dosen dari jurusan-jurusan yang ada di fbs. Pada acara seminar tersebut selain gratis untuk mahasiswa, panitia juga memfasilitasi sertifikat sebagai peserta yang dibagikan per mahasiswa yang hadir dalam acara seminar tersebut.

Pengembangan Tari Kuda Lumping Sebagai Salah Satu Materi Ajar dan Upaya Pelestarian Budaya dalam Mewujudkan Konservasi Kesenian Tradisional Kerakyatan Pesisiran adalah tema yang diusung oleh Pak Itos Budi Santoso S Pd  M Pd sejak tahun 1989 – 2012 beliau sudah banyak mendapatkan pengharagaan dalam bidang kebudayaan, dan pengabdian yang masih dilakukan hingga saat ini beliau membina anak muda putus sekolah dalam kreatif mediatik bidang seni kartun dengan medium binaan lebih kurang 50 orang dalam wadah organisasi Kelompok Kartunis Kaliwungu (KOKKANG).

Tidak kurang dari 2 jam Pak Itos menyajikan materi seminar didepan kurang lebih 200 mahasiswa jurusan seni tari, dan dalam kesimpulan materi seminar tersebut pak Itos mengungkapkan “Pemeliharaan dan pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah tidak mungkin bisa berjalan secara ideal tanpa keterlibatan semua pihak. Pemerintah hanyalah sebatas fasilitator, motifator dan dinamisator. Peran masyarakat dan lembaga-lembaga non pemerintah pemilik budaya sangat mutlak diperlukan. Kehidupan memang harus saling mengisi dan mengambil peran sesuai dengan porsi dan kapasitas masing-masing.

Leave a Comment

Blue Captcha Image
Refresh

*