Laboratorium Teater Usmar Ismail Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) mementaskan cerita berjudul Sikut Sana Sini, Senin (13/2/2017).

Pementasan yang dilaksanakan di Gedung B1 Bahasa dan Sastra Indonesia Ruang 106 itu, secara umum mengangkat cerita tentang kehidupan seorang kepala desa (kades) yang belum lama ini terpilih. Namun dalam perjalanannya, kades tersebut berbuat arogan. Membuat aturan-aturan yang memberatkan warga Desa Mintorogo.

Pendamping Laboratium Teater Usmar Ismail FBS Unnes, Asep Purwo Yudi Utomo menyampaikan, pementasan yang dilaksanakan itu sebagai bagian dari partisipasi menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017.

“Kami coba menggambarkan melalui kehidupan masyarakat desa. Penggambaraannya melalui pemilihan kepada desa. Tak jarang jika saat ini ada image apabila di suatu pemilihan apapun identik dengan money politiks. Istilahnya adalah serangan fajar. Calon pemimpin akan menghalalkan segala cara agar dia terpilih. Ketika terpilih akan berusaha mencari cara untuk mengembalikan dana yang sudah dikeluarkannya,” kata Asep.

Dari cuplikan pementasan berdurasi sekitar 45 menit, lanjutnya, sebagai cuplikan peristiwa nyata yang ada di kehidupan masyarakat saat ini. Diharapkan menjadi bahan perenungan bersama, terlebih lagi tinggal beberapa hari ini, atau tepatnya pada Rabu (15/2/2017) bakal ada Pilkada Serentak di 7 daerah di Jawa Tengah.

“Alangkah baiknya, masyarakat benar-benar memilih dari hatinya masing-masing. Bukan justru mengharap adanya serangan fajar atau sejenisnya. Kami pun meyakini, keuntungan yang didapat itu cuma sesaat, tetapi dampaknya bisa di kemudian hari, yang justru akan merugikan masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Leave a Comment

Blue Captcha Image
Refresh

*