Alumni Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang sekarang sedang melaksanakan SM3T di Sumba Barat Daya, NTT, berbagi kabar terkait kegiatan dan aktivitasnya. Berikut adalah salah satunya, yaitu tentang “Fenomena Libur Pasola”.

Selasa (21/2), bertempat di Lapangan Rara Winyo, Kodi, Sumba Barat Daya, NTT merupakan Pasola ke empat dari tujuh rangkaian festival Pasola di tanah Humba. Setelah sempat sebelumnya Pasola perdana diselenggarakan di Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. Festival Pasola ini adalah agenda tahunan. Pasola merupakan sebuah festival yang diikuti oleh beberapa tim berkuda dengan tombak di tangan. Mereka akan saling serang antartim di arena Pasola.

“Mereka tidak boleh saling dendam meski terkena lemparan tombak. Mati di arena sekalipun tidak masalah,” Ungkap pria (30) yang akrab disapa Ama. Festival adat Pasola ini telah menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Sumba. Penonton Pasola terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Berkenaan dengan festival Pasola ke-3 dan ke-4 yang berlokasi di lapangan Rara Winyo, Kodi, maka kegiatan belajar di sejumlah besar sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya diliburkan. Mengingat festival Pasola sering diakhiri dengan kericuhan, maka pihak sekolah terpaksa meniadakan kegiatan belajar di sekolah. Hal ini dilakukan karena dikhawatirkan sebagian besar siswa yang membolos dan datang ke festival Pasola mengalami cidera akibat kericuhan yang disinyalir pasti terjadi. Menghindari hal tersebut, maka pada hari Senin dan Selasa kegiatan belajar di sekolah pun ditiadakan. Kontrol siswa sepenuhnya diserahkan pada orang tua masing-masing.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, sekolah-sekolah yang meliburkan siswanya pada hari Pasola terletak di kecamatan kota Tambolaka, Wewewa Barat, Wewewa Tengah, Wewewa Timur, Wewewa Selatan, Wewewa Utara, hingga seluruh Kodi yang merupakan tuan rumah festival adat tersebut.

Tyas Fuera

Leave a Comment

Blue Captcha Image
Refresh

*