Tim pengajar Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyosialisasikan pengggunaan bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing di Jepara, Selasa (28/2) di Aula Disnaker Jepara.  Kegiatan ini dilakukan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) terutama  ketika tenaga kerja asing ke Indonesia semakin banyak. Pada sisi lain, terdapat regulasi yang mengatur supaya tenaga kerja asing harus dapat menggunakan bahasa Indonesia.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Jepara ini disambut baik oleh para penglola sumber daya manusia di perusahaan yang mengurusi proses administrasi perpanjangan izin tinggal terbatas (ITAS) para tenaga kerja asing di Indonesia.

“Dengan berlakunya kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maka arus tenaga kerja asing di Indonesia semakin deras. Untuk itu perlu adanya filter bagi para TKA yang bekerja di Jawa Tengah,” demikian disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Unnes Dr Abdurrahman MPd.

“Melalui Kebijakan Gubernur Jawa Tengah yang mensyaratkan kemampuan berbahasa Indonesia bagi TKA untuk berkomunikasi dan alih teknologi maka kompetensi bahasa Indonesia bagi TKA sangat diperlukan,” lanjutnya.

Selain sosialisasi bahasa Indonesia dari Tim Unnes ada juga sosialisasi dari Kantor Imigrasi Kabupaten Jepara yang memaparkan mengenai kebijakan-kebijakan yang berkait dengan Peraturan Keimigrasian tentang Pemberian Izin tinggal kepada orang asing di Indonesia. Salah satu syaratnya adalah memiliki sertifikat bahasa Indonesia.

Hal itu dimaksudkan dengan tujuan lebih terjalinnya komunikasi antara tenaga kerja asing dengan tenaga kerja Indonesia untuk alih teknologi. Tidak kalah penting, ini merupakan strategi memartabatkan bangsa Indonesia melalui bahasa.

(Sumber: unnes.ac.id)

Leave a Comment

Blue Captcha Image
Refresh

*