Empat mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) berinisiatif menggelar pelatihan tari barongan dan tari jaranan di Desa Seso, Kecamatan Jepon, Blora. Inisiatif itu mereka ambil agar dua jenis tarian rakyat itu bisa dikuasai oleh anak-anak muda sehingga bisa lestari.

Latihan digelar selama dua bulan, yaitu pada April hingga Mei 2017. Setelah proses latihan dijalankan mereka juga menyiapkan pentas bagi anak-anak tersebut. Pentas digelar pada Sabtu (20/5) di balai desa setempat.

Ketua tim, Rahmatika Rizqi Utami, menuturkan bahwa tari barongan dan jaranan di daerah tersebut mati suri. Di desa itu terdapat grup penari barongan, tetapi sudah lama tidak beraktivitas. Pelatihan yang diselenggarakannya diharapkan membuat ketertarikan masyarakat setempat terhadap tari barongan kembali tumbuh.

“Anak-anak Desa Seso Kecamatan Jepon menjadi mitra tim program ini. Mulai dari anak SD hingga SMP yang turut serta dalam kegiatan ini. Kegiatan dilakukan pada setiap hari Sabtu sore dan Minggu pagi,” kata Rahmatika.

Inisiatif ini diapresiasi oleh warga setempat, termasuk Kepala Desa Seso, Ngatmin. Menurutnya,  pelatihan ini akan berdampak positif karena dapat mengarahkan anak-anak di desa untuk terus melestarikan budaya.

Pementasan pada Sabtu malam tersebut berlangsung sukses. Warga antusias dengan pementasan ini. Seratusan warga berkumpul di halaman balai desa untuk menyaksikan pentas ini.

(sumber : unnes.ac.id)

Leave a Comment

Blue Captcha Image
Refresh

*