Seminar Nasional Multikultural Sukses dilaksanakan

Jurusan Bahasa dan Sastra Asing Fakultas Bahasa dan Seni Universitas negeri Semarang (UNNES) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Inovasi Pembelajaran Bahasa Asing Berciri Multikultural”, Kamis (19/4) di Ruang Bundar Dekanat FBS UNNES.

Pemateri dalam seminar ini yakni Dr Hj Tri Indri Hardini MPd (Universitas Pendidikan Indonesia), Dr Eldaw Awadelkarim Ali Babikr (Universitas Al Azhar Indonesia), Hudeyekti Prasetyaningtyas SS MPd (Universitas Negeri Jakarta), dan Ribeka Okta MA (Universitas Negeri Semarang).

Tri Indri yang juga merupakan Ketua Association des Professeurs de Français d’Indonésie (APFI) atau Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis Seluruh Indonesia (PPPSI) menyampaikan pengajar harus mampu mengintegrasikan praktik inovatif. Pengajar harus memasukkan unsur kulturalisme dalam mengajar misal guru perancis dapat memasukkan budaya perancis dalam mengajarkan pembelajaran bahasa perancis.

Sesungguhnya bahasa dan budaya merupakan dua hal yang saling berkaitan seperti dua sisi koin. Dalam belajar bahasa, kita juga harus belajar tentang budayanya, imbuh Hudeyekti.

Idealnya pembelajaran bahasa harus multikultural, pembelajaran bahasa arab tidak hanya belajar tentang kebudayaan arab saja tapi dapat mengambil banyak budaya dari berbagai tempat, tutur Eldaw Awadelkarim. Dalam membuat buku juga harus melibatkan berbagai pakar baik segi bahasa, psikologi, dan kebudayaan sehingga buku yang digunakan menjadi buku yang tepat dan mengandung semua hal dari berbagai sudut pandang. Hal itu juga dilakukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ketua Panitia Mohamad Yusuf Ahmad Hasyim Lc MA pada sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pembicara dan peserta seminar. Dan berharap semoga acara ini dapat memberikan manfaat dan diterapkan dalam pembelajaran.

Ikut hadir dan membuka acara, Wakil Dekan Bidang Akademik FBS UNNES Prof Dr Muhammad Jazuli menuturkan untuk mewujudkan universitas bereputasi internasional, UNNES selalu mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran tak terkecuali Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, yaitu salah satunya melalui penyelenggaraan seminar nasional seperti ini. Semoga tahun depan seminar ini dapat meningkat hingga tingkat internasional sehingga butuh kerjasama dari berbagai pihak.

sumber : http://unnes.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blue Captcha Image
Refresh

*