FBS Beri Anugerah Alumni

Posted By : Dhoni Zustiyantoro

Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes), memberikan anugerah untuk dua alumninya yang telah banyak berkiprah untuk masyarakat. Keduanya ialah Triyanto Triwikromo yang mendapat anugerah untuk kategori bahasa dan Prie GS untuk kategori seni.

Panitia FBS Award 2019, Yusro Edy Nugroho, menuturkan buku Kematian Kecil Kartosoewirjo yang ditulis Triyanto memungkinkan alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Semarang (sekarang UNNES) itu meraih Tokoh Seni Pilihan Tempo 2015. Buku Surga Sungsang yang ia tulis terbit dalam bahasa Prancis. Triyanto juga dapat beasiswa unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menulis novel di Jerman selalam 3 bulan.

Tidak hanya itu, Triyanto juga meraih Penghargaan Sastra 2009 dari Pusat Bahasa untuk buku kumpulan cerita pendek Ular di Mangkuk Nabi. Buku ceritanya berjudul Surga Sungsang masuk lima besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2014.

“Triyanto juga berkali-kali ditunjuk menjadi kurator sastra antara lain untuk memilih peserta Ubud Writers and Readers di Ubud Bali. Ia juga menjadi juri di aneka kegiatan yang berkait dengan sastra. Berkali-kali pula ia menjadi pembicara yang berkait dengan bidang sastra, bahasa, jurnalistik, teater dan bidang-bidang kebudayaan lain di dalam dan luar negeri,” ujar Yusro, Senin (30/9), di kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Produktivitas Triyanto telah dimulai ketika ia berproses turut membidani kelahiran Koran Kampus Nuansa dan aktif di Komunitas Pencinta Sastra Cakra. Kini, selain terus berkarya pada bidang sastra ia juga menggeluti profesi sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka. Ia juga berkhidmat menjadi pengajar tamu, antara lain untuk mata kuliah Penulisan Kreatif, Jurnalisme Sastrawi, dan Kebudayaan Populer di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.

“Atas berbagai capaian, dedikasi berkarya, dan kontribusinya dalam mengembangkan reputasi almamater, FSB Unnes menganugerahkan FBS Award 2019 Kategori Bahasa kepadanya,” ujar Yusro yang dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unnes itu.

Dekan FBS Unnes, Sri Rejeki Urip, menuturkan FBS Award 2019 akan diserahkan pada Pembukaan Bulan Bahasa dan Seni sekaligus Dialog Budaya di Dekanat FBS Unnes, Selasa (1/10) ini, mulai pukul 08.00.

“Selain Triyanto dan Prie GS, dialog Budaya bertema ‘Rekonstruksi Warisan Pesisiran sebagai Sarana Penegasan Identitas Kultural: Tantangan bagi Milenial’ itu akan menghadirkan Prof Mudjahirin Thohir, dosen FIB Universitas Diponegoro, dan Dr Triyanto, dosen Seni Rupa Unnes,”ujar Urip.

Prie GS selama ini dikenal sebagai budayawan, penulis, dan motivator “penggoda Indonesia”. Ia adalah alumnus Program Studi Seni Musik IKIP Semarang. Pria kelahiran Kendal, 3 Februari 1964 ini juga dikenal sebagai wartawan, penyiar, dan kartunis yang karyanya tersebar di berbagai media nasional dan internasional.

Sebagai kartunis, Prie GS dikenal karena kemampuannya melahirkan kartun strip yang jenaka tanka kehilangan ketajaman  kritik sosialnya. Selama lebih dari sepuluh tahun karya kartunnya menghiasi halaman Cantrik harian Suara Merdeka hingga 2009

Leave A Comment