Kampus Mesti Kembangkan Kebudayaan

Posted By : Dhoni Zustiyantoro

Kampus yang memiliki cerdik-cendekia dalam pelbagai bidang ilmu dituntut dapat mengembangkan produk kebudayaan dan tidak sekadar menjadi penonton. Kampus dapat mendorong dosen dan mahasiswa agar mampu mengkreasikan produk kebudayaan sehingga menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Demikian dinyatakan Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman di kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Kamis (23/1). “Tugas kampus adalah mengembangkan potensi unggul dosen dan mahasiswa. Jadi, dalam konteks tertentu, kampus tidak sekadar menghadirkan mereka yang sudah terkenal dalam bidangnya sehingga menjadikan kita sekadar menjadi penonton,” ujar Fathur.

Tahun ini, Unnes akan memperingati Dies Natalis ke-55 atau Lustrum ke-XI. Rangkaian kegiatan bakal diselenggarakan untuk memperingati pendirian kampus yang berdiri sejak 1965 ini. Dalam bidang kesenian, pergelaran kolaborasi antara wayang kulit dengan drama tari dijadwalkan bakal disuguhkan untuk masyarakat luas. Pergelaran oleh dosen dan mahasiswa itu akan disuguhkan dalam durasi padat, yaitu sekitar tiga jam dengan penggarapan cerita yang menarik.

Dalam pergeralan, penonton akan dilibatkan secara interaktif sehingga tidak bosan. Hal itu penting sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kesenian. Ajang pencarian sinden muda berbakat yang menjadi agenda unggulan Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Sinden Idol, bakal terselenggara pertengahan tahun ini. “Kita memiliki semua potensi seni yang sudah diperhitungkan,” kata Fathur yang dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia itu.

Promosi Kebudayaan

Ditemui terpisah, Dekan FBS Unnes Dr Sri Rejeki Urip menuturkan, diperlukan promosi keunggulan secara terus-menerus agar semua keunggulan dalam bidang produk kebudayaan menjadi kekhasan kampus eks IKIP yang memiliki visi menjadi Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional ini. Mahasiswa pun menjuarai lomba-lomba seni, bahkan mengalahkan sejumlah perguruan tinggi seni.

Dosen Sastra Prancis itu menuturkan, melalui kebudayaan, kampus akan terus dikenal tidak hanya oleh publik di dalam negeri, tetapi juga mancanegara. Seni menjadi salah satu alat efektif untuk melakukan diplomasi dengan lembaga lain. Ia juga mendorong agar hasil kajian dalam bidang ini bisa ditingkatkan dan terpublikasi dalam jurnal-jurnal terindeksScopus.

Dosen Seni Drama Tari dan Musik Unnes, Dr Widodo mengatakan, kebudayaan Jawa didalami di banyak perguruan tinggi Amerika. Widodo pada September-Desember 2019 mengajar gamelan di Universitas Michigan. Menurutnya, sejumlah mahasiswa yang ia ajar akan mendalami gamelan ke Unnes pada pertengahan tahun ini. “Dalam hal ini, Unnes sudah diperhitungkan karena sebelumnya ketika ada orang dari luar negeri ingin belajar kebudayaan, pasti akan ke Solo atau Yogyakarta,” katanya.(*)

Leave A Comment