Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof Issy: Indonesia Perlu Lembaga Sensor Literatur

Posted By : Dhoni Zustiyantoro

Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Issy Yuliasri, M.Pd., dikukuhkan sebagai Guru Besar Linguistik Terapan, Selasa (10 Maret 2020), di auditorium kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Dalam pidato pengukuhan “Sensor Terjemahan Literatur Anak dan Remaja: Menjaga Identitas dan Peradaban Indonesia”, Issy menyatakan pentingnya lembaga sensor produk terjemahan terutama terjemahan literatur anak dan remaja. Ia mengatakan, pada era digital, produk terjemahan tidak saja meliputi produk cetak, melainkan juga produk-produk terjemahan di dunia maya.

Perempuan kelahiran Tegal, 13 Juli 1962 itu menyebutkan, di tangan para penerjemah ada peradaban masa depan anak dan remaja yang dipertaruhkan. Di sinilah peran pakar kajian penerjemahan diperlukan. Ada tantangan besar bagi para akademisi kajian penerjemahan bersama dengan akademisi bidang linguistik dan sastra untuk melakukan kajian kritik evaluatif terhadap karya-karya terjemahan, utamanya terjemahan literatur anak dan remaja.

Menurut Issy, di tangan para penerjemah ada peradaban masa depan anak dan remaja yang dipertaruhkan. Di sinilah peran pakar kajian penerjemahan diperlukan. Ada tantangan besar bagi para akademisi kajian penerjemahan bersama dengan akademisi bidang linguistik dan sastra untuk melakukan kajian kritik evaluatif terhadap karya-karya terjemahan, utamanya terjemahan literatur anak dan remaja.

Secara akademis, pakar kajian penerjemahan memiliki ladang kajian yang luas yang diantaranya menyangkut pengalihan pesan budaya dan ideologi yang terkandung dalam karya terjemahan, termasuk kajian tentang sensor dalam terjemahan. Inilah tantangan bagi akademisi bidang kajian terjemahan.

Ibu empat anak itu merupakan alumnus SMA Cendana YP Caltex Rumbai, Pekanbaru, Riau. Program sarjana ia tempuh di IKIP Semarang (sekarang UNNES) pada Prodi Pendidikan Bahasa, S-2 Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNNES, dan S-3 di Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Dalam kesempatan yang sama, dikukuhkan pula tiga profesor lain, yaitu Prof Dr Wara Dyah Pita Rengga MT (Fakultas Teknik), Prof Dr Martitah MHum (Fakultas Hukum), dan Prof Dr drh R Susanti MP (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Leave A Comment