Kembangkan Kebahasaan, FBS UNNES Gandeng Suara Merdeka dan Balai Bahasa Jateng

Posted By : Dhoni Zustiyantoro

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang menjalin kerja sama dalam pengembangan kebahasaan dan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, dengan menggandeng Suara Merdeka dan Balai Bahasa Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan adanya penandatanganan kerja sama yang dilakukan ketiga lembaga itu di Dekanat FBS Unnes, Senin (5/10/2020).

Hadir secara langsung Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi MA didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Triyanto Triwikromo SPd MHum. Selain itu juga Kepala Balai Bahasa Jateng, Dr Ganjar Harimansyah dan Dekan FBS Unnes, Dr Sri Rejeki Urip MHum.

Ganjar Harimansyah dalam kesempatan ini mengungkapkan pihaknya siap menyukseskan program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (RI), Nadiem Makarim pada tahun ini. Hal itu diwujudkan satu di antaranya dengan kerja sama Praktik Kerja Lapangan bagi mahasiswa FBS Unnes.

”Tiap kepemimpinan Balai Bahasa memiliki prioritas untuk dikerjakan. Sehingga tiga tahun ke belakan belum menggandeng kampus. Namun sejak 2007 Balai Bahasa sudah banyak melakukan kerja sama dengan kampus dan komunitas. Hanya saja, belakangan ada yang diprioritaskan mengingat Jateng yang sangat luas dan anggaran kami terbatas,” kata Ganjar.

”Kini kami mendukung program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, dan pemerataan pendidikan. Hal ini sebagai upaya menyeimbangkan fungsi kami, sehingga kerja sama dengan kampus yang sudah lama ada kembali terjalin lagi. Kami juga senang bisa bekerja sama dengan media massa pada kesempatan ini,” lanjut pria yang baru saja menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Jateng ini.

Ganjar menyebut semua ini juga dipermudah karena sudah memiliki satu naungan yang sama dengan kampus lewat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dia juga berpatokan pada anjuran Menteri Nadiem untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Pemred Suara Merdeka, Gunawan Permadi di kesempatan yang sama antusias dengan adanya sinergitas antara FBS Unnes dan Balai Bahasa Jateng ini. Sebab dirinya merasa banyak anak muda yang saat ini kurang mampu mengaplikasikan kebahasaan dalam tulisan secara baik dan benar. Hal itu dia temui dalam beberapa kesempatan pelatihan jurnalistik

”Mengajar jurnalistik ibarat masak.Bahasa itu pisau. Bagaimana memasak jika pisau tumpul. Untuk itu kami ingin dengan adanya kerja sama ini ke depan bisa membangun komitmen nyata kesadaran berbahasa di masyarakat. Sebab bahasa adalah jatidiri dan sumber pengetahuan. Jika bahasa kacau, pola pikir kacau, dan hasil pemikirannya bisa kacau,” ungkap Gunawan.

Dia berharap dengan kerja sama ini, akan tercipta banyak ruang untuk penyegaran kebahasaan. Pihaknya juga siap memberikan ruang di Suara Merdeka terkait kolom kebahasaan kepada akademisi FBS Unnes maupun peneliti di Balai Bahasa Jateng.

Sementara itu Dekan FBS Unnes, Sri Rejeki Urip berharap banyak manfaat dari kerja sama yang dilakukan ketiga belah pihak. Seperti ide magang sambil menulis skripsi yang diharapkan Menteri Nadiem.

”Kami punya gambaran tiga pihak ini bisa bersinergi dalam satu kegiatan dalam menyediakan tempat untuk pembinaan bahasa. Suara Merdeka punya ruang, kami dan balai bahasa punya narasumbernya,” kata Sri Rejeki.

Leave A Comment