Dosen Tamu Berbagi Pengalaman Meneliti kepada Dosen FBS

Dosen di perguruan tinggi dituntut melaksanakan tugas-tugas terkait tri darma yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Agar tidak mengalami stagnansi, dibutuhkan penyegaran, antara lain melalui pengalaman dosen tamu dari luar negeri.

Hal itu menjadi latar belakang Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) menghadirkan dosen tamu dari sejumlah perguruan tinggi di luar negeri, Rabu-Jumat (27-29/3) ini. Mereka adalah Jeffrey S Brooks dari University Melbourne (Australia), Menchie A Dela Cruz dari President Ramos Magsaysay State University (Filipina), dan Liao Guirong, Direktur Confusius Institute Guangxi Normal University (Cina). Mereka berbagi pengalaman melaksanakan tugas-tugasnya kepada dosen di FBS Unnes.

Menurut Wakil Dekan I Bidang Akademik FBS Unnes Dr Hendi Pratama, kehadiran dosen tamu tak lepas dari upaya internasionalisasi yang telah menjadi visi kampus. Hendi menuturkan, pengalaman dosen luar negeri penting untuk dipelajari karena mereka telah berpengalaman bergelut dengan penelitian. Selain itu, tulisan-tulisan ilmiah dosen dari perguruan tinggi terkemuka telah menjadi langganan diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi dan terindeks Scopus.

Hendi juga mengatakan, jurnal-jurnal tersebut kini menjadi salah satu tolok ukur kredibilitas keilmuan dosen. Namun, agar tulisan bisa dimuat tidaklah mudah. Jurnal akan mengulas (review) secara ketat dan mengembalikan tulisan kepada penulis untuk direvisi. Waktu yang dibutuhkan pun berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Pola Pikir

Untuk itu, target bisa menerbitkan artikel di jurnal terindeks Scopus mestinya sudah menjadi pola pikir. Kami menghadirkan dosen tamu supaya dosen mendapat asupan pengalaman yang berharga, seperti pemilihan tema penelitian yang menarik, cara penulisan, hingga metode yang digunakan, ujarnya.

Dekan FBS Unnes Prof M Jazuli mengatakan, peningkatan jumlah artikel ilmiah internasional terindeks Scopus menjadi perhatian penting karena itu indikator utama dalam penilaian, baik kinerja PT secara umum, pewajiban bagi dosen lektor kepala dan profesor, maupun kenaikan pangkat dari lektor ke lektor kepala. Tahun ini, fakultasnya mendapat target jurnal Scopus sebanyak 133 judul.

Ia mengatakan, untuk mengoptimalkan hal itu, pimpinan FBS telah merancang pelatihan untuk menyegarkan kembali metode dan pendekatan kualitatif yang digunakan para dosen dalam melakukan penelitian. Lebih dari itu, Jazuli menekankan pentingnya iklim kampus yang kondusif untuk mencapai berbagai target yang telah ditetapkan. Dengan kerja sama dan dukungan segenap civitas akademika, target akan lebih mudah dicapai, ujarnya.

Sejalan dengan visi internasionalisasi, tema Dies Natalis ke-54 Unnes ialah Mendunia untuk Indonesia. Upacara peringatan diselenggarakan Sabtu (30/3) besok, di auditorium kampus Sekaran, Gunungpati. Menristek dan Dikti M Nasir akan hadir sebagai pembicara kunci, sedangkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno akan menyampaikan orasi ilmiah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *