Dorong Seni Mendukung Internasionalisasi

Karya seni menjadi salah satu potensi unggulan yang dimiliki oleh Universitas Negeri Semarang. Untuk itu, karya-karya seni yang diciptakan oleh dosen dan mahasiswa diarahkan untuk mendukung internasionalisasi yang dicanangkan oleh kampus yang kini berusia 54 tahun ini.

Hal itu dikemukakan Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman di sela pergelaran wayang kolaborasi memperingati Dies Natalis ke-54 dengan lakonDhuta Pinilih, di Kampung Budaya, kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Sabtu (30/3) malam. Potensi seni milik UNNES sangat membanggakan dan ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya mendorong visi kampus mendunia untuk Indonesia, ujarnya.

Menurut Fathur, UNNES telah secara konsisten mengembangkan berbagai potensi yang ada. Pergelaran wayang yang dikolaborasikan dengan gamelan Jawa, musik gambang Semarang, band, dan tari pada malam itu menjadi bukti bahwa kampus yang berdiri sejak 1965 ini mewadahi civitas akademika untuk berkarya. Selain itu, berbagai sajian seni mengandung filosofi luhur.

Hadir dalam pergelaran itu, antara lain, Sekretaris Daerah Jawa Tengah yang juga Ketua Dewan Pertimbangan UNNES Sri Puryono, Ketua Panitia Dies Natalis ke-54 yang juga Dekan Fakultas Hukum Dr Rodiyah, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Prof M Jazuli, unsur pimpinan UNNES, serta undangan dari berbagai lembaga dan mitra.

Jadi Ikon

Sri Puryono mengapresiasi konsistensi kampus yang mencanangkan diri masuk klaster satu pemeringkatan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada 2019 ini. Ia mengatakan pemerintah provinsi selalu mendukung semua kegiatan terutama terkait seni tradisional. Sudah banyak hasil karya seni UNNES yang menjadi ikon, salah satunya adalah tariSekaringratyang sering dibawakan untuk menyambut kehadiran tamu penting yang berkunjung ke Jateng, ujar Sekda.

Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Jateng itu juga mengatakan, UNNES perlu membuat acara rutin untuk mendukung kunjungan wisata Jateng melalui pergelaran seni. Wisatawan mancanegara dapat diarahkan menonton di sela kunjungannya.

Dalang Ki Dr Widodo yang dosen Prodi Seni Drama Tari dan Musik mengungkapkan, seni tradisi telah menjadi produk unggulan UNNES. Ia mengatakan, dalam seni tradisional terkandung nilai luhur budaya bangsa yang belakangan cenderung dikesampingkan. Misalnya, ia menyebut gamelan Jawa merupakan perwujudan dari budaya guyub yang jika dihayati oleh para pemangku kepentingan akan memunculkan prinsip hormat dan rukun.

Menurut M Jazuli, seni sangat potensial menjadi bahan kajian ilmiah. Melalui penciptaan berdasar kajian, seni yang dihasilkan oleh civitas akademika diharapkan bisa menjadi tolok ukur seni yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, civitas akademika bisa sekaligus mengambil peran sebagai pelaku dan pengkaji seni.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *