Rekatkan Kembali Kebangsaan lewat Hari Tari Sedunia 2019

Universitas Negeri Semarang merayakan peringatan Hari Tari Sedunia, di kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Senin (29/4). Salah satu pesan yang ingin disampaikan ialah pentingnya merekatkan kembali masyarakat melalui spirit kebangsaan di tengah polarisasi yang muncul karena kontestasi politik.

Ketua Panitia Hari Tari Sedunia 2019 Unnes, Dr. Widodo mengatakan, tidak dapat dimungkiri jika polarisasi tersebut muncul secara masif di tengah masyarakat dan media sosial karena pemilihan presiden. Namun, momen itu telah berlalu dan kini saatnya semua elemen masyarakat bersatu mewujudkan bangsa yang lebih maju. Menurut Widodo, seni tari tradisional sarat dengan nilai-nilai keluhuran yang bisa menjadi pengingat spirit kebangsaan itu.

Nilai-nilai luhur budaya bangsa antara lain tersimpan di dalam kesenian tradisional. Kita diingatkan untuk terus merawat kebinekaan melalui karya-karya seni yang berakar dari budaya bangsa. Jangan hanya karena perbedaan pilihan politik menjadikan kita menjadi terpecah-belah. Namun, lihatlah betapa dari perbedaan itu justru menjadikan kita dikenal luas dan seni tari menjadi salah satu wujud konkretnya, ujar Widodo yang dosen pada Program Studi Seni Drama Tari dan Musik Unnes, ketika dihubungi, Minggu (28/4).

Ia mencontohkan, di dalam sebuah sajian tari tradisional terdapat harmoni yang diciptakan antara penari dan pengiring. Hal itu tidak akan terwujud tanpa adanya prinsip keguyuban dan keselarasan. Gerak, kostum, dan musik di dalam sajian itu pun memiliki filosofi yang membentuk keutuhan makna secara keseluruhan.

Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Unnes Prof. Muhammad Jazuli mengatakan, sejalan dengan hal itu, tema yang diambil Unnes dalam perayaan tahun ini ialah Merawat Tradisi, Meraih Prestasi. Tari tradisi yang akan dibawakan bertema kerakyatan dan klasik. Secara keseluruhan, pergelaran itu melibatkan sedikitnya 242 penari dari berbagai daerah. Ia mengatakan, keragaman tari tradisi menjadi bentuk keberagaman kebudayaan Nusantara. Karena itu, tari menjadi bagian dari ekspresi seni yang merepresentasikan berbagai macam keadaan di tengah masyarakat.Sedangkan peringatan Hari Tari Sedunia tahun ini merupakan tahun kelima bagi Unnes.

Jazuli mengatakan, pihaknya konsisten mengembangkan seni dan budaya karena itu merupakan bagian penting dari pilar konservasi yang diusung dalam visi besar Unnes. Peringatan ini telah menjadi ikon dan mendukung internasionalisasi Unnes, ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *