Kualitas SDM Jadi Tantangan Pengelolaan Perguruan Tinggi

Sumber daya manusia menjadi modal utama dalam pengelolaan perguruan tinggi yang optimal. Selain memenuhi kriteria akademik, dosen mesti adaptif terhadap perubahan dengan kompetensi dan rekam jejak keilmuan kuat untuk mendukung kemajuan lembaganya.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman mengingatkan, integritas akademik dosen menjadi salah satu tolok ukur dalam capaian pemeringkatan perguruan tinggi. Hal itu tercermin dari gelar akademik dosen bergelar doktor, publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi internasional, dan inovasi.

“Itu adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk masuk pada klaster satu pemeringkatan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,” ujar Fathur dalam Dialog Peningkatan Produktivitas Dosen dan Penguatan Kapasitas Unnes Meraih Klaster Satu Menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, di Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Rabu (22/5).

Fathur menjelaskan, dari 1.003 dosen Unnes, baru 306 atau sebanyak 31 persen bergelar doktor. Untuk itu, hingga tahun 2022, pihaknya memacu kelulusan sebanyak 162 doktor baru. Adapun dalam capaian publikasi artikel ilmiah internasional terindeks Scopus, Unnes pada 2019 memiliki target sebanyak 750 dan pada 2020 sebanyak 1.000 artikel.

“Banyak kontroversi terkait Scopus, tapi itu adalah penanda reputasi akademik perguruan tinggi sehingga menjadi tujuan bersama,” katanya. Hadir pula dalam kesempatan itu, Dekan FBS Unnes Prof M Jazuli, Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Dr Sri Rejeki Urip, dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Dr Syahrul Syah Sinaga.

Setelah mengantongi akreditasi institusi A pada 2016, hingga kini Unnes memiliki program studi terakreditasi A sejumlah 64. Target lain yang ingin dicapai pada 2019-2022 selain masuk klaster satu ialah mendirikan Prodi Kedokteran dan menjadi perguruan tinggi badan hukum (PTN-BH). “Untuk menjadi PTN-BH, syarat utama yang mesti dipacu adalah 50 persen dosen bergelar doktor, akreditasi prodi A minimal 80 persen, dan kelayakan finansial,” ujar Fathur.

Prof Jazuli mengatakan, fakultasnya mendukung berbagai rencana kerja dan capaian universitas. Tanpa dukungan segenap civitas akademika, mustahil visi besar Unnes menjadi perguruan tinggi bereputasi internasional dapat tercapai. Tahun ini, dosen FBS mesti menghasilkan publikasi artikel terindeks Scopus sebanyak 133. Pada 2019-2022, akan ada 27 dosen FBS yang lulus program doktor. Dalam klasterisasi perguruan tinggi, poin yang perlu ditingkatkan Unnes adalah SDM dan inovasi.

Jazuli mengatakan, semangat kerja yang dibangun fakultasnya sejalan dengan pimpinan universitas, yakni mengedepankan rembuk untuk kebaikan bersama. Hal itu akan menciptakan iklim kondusif dalam bekerja dan meraih target.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *