Ikuti Pelatihan di Jepang, Dosen FBS UNNES Dorong Internasionalisasi

Perkembangan teknologi mendorong perkembangan pengajaran bahasa, tidak terkecuali bahasa Jepang. Jika sebelumnya belajar bahasa Jepang hanya melalui buku teks, pada zaman digital ini belajar bahasa Jepang dapat melalui video, Youtube, anime, dan web.

Melalui program “Training Programs for Teacher of the Japanese Language” yang diadakan The Japan Foundation, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Lispridona Diner, lolos seleksi dan mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan dilaksanakan di The Japan Foundation Japanese-Language Institute, Urawa, Jepang selama enam minggu, mulai 25 Juni—8 Agustus 2019.

Lispridona mengatakan, pelatihan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan mengajar dosen bahasa Jepang, di antaranya mengenai cara mengajar bahasa Jepang yang menyenangkan, cara menggunakan media yang tepat, dan memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar bahasa Jepang. “Pada kesempatan tersebut, saya juga memiliki kesempatan mengenalkan budaya Indonesia di kancah internasional,” ujar Lispridona kepada fbs.unnes.ac.id, Jumat (28 Juni 2019).

Lispridona menjelaskan, di Jepang ia mendalami kembali ihwal pembelajaran bahasa Jepang, meliputi teori pemerolehan bahasa kedua, pengajaran kemampuan menyimak, membaca, berbicara, kosa kata, dan menulis (kanji). Selain itu, peserta mendalami pemanfaatan TI untuk mengajar, cara mengajar pola kalimat bahasa Jepang dan SLA (second language acquisition), hingga cara mengevaluasi pembelajaran bahasa Jepang. “Sebelumnya, saya mempresentasikan perkembangan pengajaran bahasa Jepang di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES,” ujarnya.

Pelatihan diikuti 36 peserta dari berbagai negara, di antaranya Australia, India, Mongol, Jerman, India, Amerika, Malaysia, Vietnam, Brasil, Nepal, Tahailand, dan Mesir. Pengajar bahasa Jepang dapat berbagi pengalaman tentang cara mengajar bahasa Jepang di lembaga masing-masing. Pelatihan pengajar bahasa Jepang menjawab kebutuhan pembelajar bahasa Jepang yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Keterlibatan dosen dalam pelbagai kegiatan akademik di kancah internasional mendorong visi UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional. Keaktifan dosen mengembangkan potensi di luar negeri dapat memajukan UNNES untuk mendunia melalui bahasa Jepang.

Lispridona mengatakan, pada waktu pembukaan pelatihan, ia mengenakan kebaya dan memperkenalkan kepada peserta lain terkait baju khas Indonesia itu. Ia juga memiliki kesempatan untuk beberapa kegiatan lain, seperti menonton secara langsung pertunjukan kabuki(drama Jepang) dan home stay. “Ketika home stay, saya mengenalkan makanan dan lagu daerah dari Indonesia. Saya juga melihat kebiasaan orang Jepang dan berinteraksi langsung dengan mereka,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *