Mahasiswa Asing Rekatkan Hubungan Antarnegara

Mahasiswa asing yang melakukan pelbagai program di negara lain menjadi duta bagi negaranya. Untuk itu, mereka mesti mengusung nilai dan karakter dan budaya unggul agar mampu menjadi representasi dari bangsanya.

Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman mengatakan, mahasiswa asing turut merekatkan hubungan antarnegara. Dengan demikian, menurut Fathur, hubungan yang terjalin tidak hanya dalam wilayah akademik maupun antarperguruan tinggi. Namun lebih dari itu, hubungan antarnegara akan terjalin semakin erat.

“Mahasiswa yang menempuh program di kampus lain di luar negeri secara tidak langsung juga mempunyai misi untuk merekatkan hubungan negaranya dengan tempat belajar,” ujarnya ketika menerima mahasiswa asing yang menempuh Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dari India dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) University Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Senin (1/7), di Rektorat kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang.

Hadir dalam penyambutan mahasiswa, antara lain, Wakil Dekan I Bidang Akademik FBS UNNES Dr Hendi Pratama, pembimbing PKL UPSI yang juga dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa UNNES Bambang Indiatmoko, dan penanggung jawab program BIPA yang dosen Jurusan Bahasa Indonesia UNNES Wati Istanti.

Kabarkan Kebaikan

Fathur menegaskan, hubungan bilateral antarnegara bisa saja berlangsung dinamis dan pada suatu masa muncul gesekan. Akan tetapi, pelbagai hal terkait masa lalu itu tidak boleh menjadi halangan untuk belajar di negara tujuan. Di sisi lain, Fathur berharap mahasiswa asing dapat turut mengabarkan kebaikan dan mempromosikan UNNES di kancah internasional.

Selama ini, UNNES berupaya membangun kolaborasi riset sebagai bagian dari pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dengan kampus luar negeri. Hal itu dilakukan untuk meneguhkan dan memperkaya perspektif keilmuan secara lebih mendalam. Diharapkan, kontribusi ini mendorong peran peneliti Indonesia yang diperhitungkan di kancah internasional.

Hendi Pratama menuturkan, mahasiswa yang menempuh program BIPA sebanyak delapan orang, sedangkan mahasiswa PKL UPSI sebanyak empat orang. Mahasiswa BIPA akan belajar bahasa dan budaya Indonesia selama seminggu. Mereka antara lain akan mengenal tari tradisi, gamelan, dan batik. Adapun mahasiswa PKL UPSI yang menempuh Studi Komunikasi Sosial akan melakukan praktik di FBS UNNES hingga 25 Agustus 2019.

Bambang Indiatmoko mengatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri sangat terbuka. Riset berbasis cultural studies sangat diminati para peneliti Barat. Untuk itu, kolaborasi riset mesti menjadi orientasi para peneliti di kampus dalam negeri. Riset tersebut juga mendorong mutu akademik dosen. “Kerja sama dengan kampus terbaik di berbagai negara perlu semakin banyak direalisasikan,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *