EnglishIndonesian

Jadi Pembina Apel, Rektor Fathur Rokhman: Dorong Capaian FBS

Dhoni Zustiyantoro
4 minggu yang lalu

Rektor Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Fathur Rokhman menjadi pembina pada apel pagi Fakultas Bahasa dan Seni, Senin (16 Agustus 2021), secara daring melalui Zoom. Apel diikuti antara lain oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Zaenuri, Wakil Rektor II Prof. Dr. S. Martono, pimpinan fakultas, pengelola jurusan, segenap dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FBS UNNES.

Dalam amanatnya, Prof. Fathur menekankan pentingnya mengakselerasi capaian. Hal itu hanya bisa terlaksana jika seluruh civitas akademika memiliki misi yang sejalan, saling mendukung, dan menguatkan. Profesor Sosiolinguistik itu mengatakan, Fakultas Bahasa dan Seni juga mesti memaksimalkan kekhasannya untuk memaksimalkan capaian itu.

Menurut Prof. Fathur, dosen mesti mampu untuk bersanding dan bersaing pada ranah global. Hal itu sejalan dengan visi universitas menjadi univeritas bereputasi internasional. Hal itu hanya bisa terlaksana jika dosen konsisten pada jalur keilmuan dan riset, juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi.

Dalam publikasi ilmiah, hingga kini FBS menghasilkan artikel pada jurnal internasional bereputasi sebanyak 12 judul, pada jurnal internasional sebanyak 9 judul, nasional terakreditasi 4 judul, nasional terindeks DOAJ 46 judul, dan jurnal nasional 15 judul. Prof. Fathur menyatakan publikasi menjadi penting sebagai langkah awal kebermanfaatan ilmu pengetahuan. Tanpa dipublikasikan, ilmu tidak tersampaikan kepada publik dan tidak bisa dikembangkan.

Wakil Rektor I Prof. Dr. Zaenuri mengatakan setiap jurusan perlu untuk mengakselerasi progres skripsi mahasiswa. Meski pada masa pandemi ada kebijakan pelonggaran untuk mahasiswa dalam mengerjakan skripsi hingga semester 15, namun hal itu semestinya bukan menjadi alasan memperpanjang waktu studi. Untuk itu, komunikasi antara dosen dengan mahasiswa terkait progres pembimbingan skripsi perlu ditingkatkan.

Dekan FBS Dr. Sri Rejeki Urip mengatakan pelaksanaan apel secara daring menjadi kewajiban seluruh dosen dan tenaga kependidikan, selain kewajiban untuk mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila pada Selasa hingga Jumat. “Hal itu untuk menguatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan kita,” ujarnya.